10 Kesalahan yang kerap dilakukan oleh Blogger Pemula
Tak ada hal yang mutlak saat menulis blog, termasuk juga mana yang benar dan mana yang salah. Namun, berikut ada beberapa hal yang biasanya menyusahkan bagi seorang blogger untuk meningkatkan popularitas blog sehingga mengurangi minat target audiens terhadap blog mereka.
1. Tidak Tau Siapa Yang Menjadi Target Audiensnya
Satu kesalahan yang paling sering yang dilakukan oleh seorang blogger adalah mereka tak tau siapa yang menjadi target audiens. Mereka membuat konten seputar berbagai jenis topik dan pembahasan tanpa memperdulikan apakah pembaca akan tertarik dengan topiknya atau tulisan mereka.
Sebelum mengembangkan blog, lebih baik kamu membuat gambaran bagaimana sosok pembaca yang ideal yang menjadi tujuanmu. Mulai dari segi demografis, perilaku hingga minat mereka pada suatu hal. Jika sudah, lakukan penelitian tentang apa yang mereka suka atau butuhkan dan jadilah “jawaban” untuk kebutuhan mereka.
2. Gak Konsisten
Tak jarang seorang blogger mulai ngeblog dengan semangat yang tinggi, lalu dengan berjalannya waktu semangat ini mulai hilang sehingga tidak konsisten lagi dalam pembuatan artikel atau menurunkan kualitas konten karena sudah berkurangnya minat.
Inilah salah satu kesalahan fatal seorang blogger. Karena itu, kalau kamu memiliki niat membangun blog, buatlah perencanaan yang cukup matang untuk beberapa waktu ke depan. Sesuaikan tugas dengan cara yang nyata agar kamu tahu harus melakukan apa. Buat kalender editorial bulanan yang berisi keyword utama untuk beberapa bulan sekaligus
3. Tidak SEO Friendly
Jika membahas SEO, ada dua kelompok blogger berbeda yang hanya menulis untuk kepentingan search engine dan yang tidak peduli dengan search engine sama sekali. Meski demikian, jenis ini juga tak mutlah, karena kamu masih dapat membagi jenis kontenmu kedalam kategorinya tersendiri, apakah kamu ingin menjadi artikel yang SEO-friendly atau tidak.
4. Semata-mata Hanya Tentang Diri Penulis
Ntah itu sebagai individu atau perusahaan, banyak blogger melakukan kesalahan dengan terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri. Padahal, pembaca cuma ingin membaca satu informasi yang berguna untuk hidup mereka. Simpelnya, mereka mencari sebuah nilai dari tulisanmu, bukan hanya tentang keseharian kamu.
Namun, bukan artinya kamu tidak boleh menyelipkan cerita atau pendapat pribadi dalam artikel kamu sendiri. Namun, tetap sesuai dengan konteks dan jangan terlalu berlebihan saat menceritakan tentang diri kamu, kecuali kalau artikel itu memberi penjelasan tentang identitas kamu.
Sama juga dengan blog untuk bisnis. Saat menulis blog untuk bisnis, kamu dapat membuat artikel edukatif daripada artikel dengan topiknya spesifik yang cuma membahas tentang produk kamu saja. Para pembaca kamu membutuhkan informasi yang edukatif yang bisa meyakinkan mereka tentang siapakah brand-mu dan mengapa mereka harus tertarik dengan produkmu.
5. Tidak Mempunyai Niche yang Kuat
Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh seorang blogger yaitu menjadi segalanya bagi semua orang. Ada artikel seputar kesehatan, resep makanan, review film atau buku, topik tentang gaming sampai ikut-ikutan ngebahas politik. Akibatnya, blog tersebut tidak memiliki arah yang jelas.
Karena itu, tentukan terlebih dahulu niche yang mau kamu pakai dan beri batasan untuk topik pembahasan di blogmu. Namun, bukan artinya kamu hanya bisa menggunakan satu niche saja. Buatlah topik atau sub-kategori yang masih sejenis dengan niche market yang sudah kamu tentukan untuk blog kamu
Contohnya, kalau blog kamu membahas review makanan, kamu tidak perlu menambahkan topik tentang politik atau seputar investasi sejak dini. Tapi, kamu dapat membuat sub-kategori di blog yang isinya resep makanan untuk pembacamu. Jangan lupa, kalau kamu ingin menambahkan kategori sejenis, buatlah jumlah kategori secukupnya saja, jangan berlebihan.
6. Tidak Mempunyai Komitmen pada Proses
Banyak orang yang memasuki dunia blogging mengira akan merasakan dampak lansungnya bagi bisnis mereka. Visibilitas mesin pencari dan traffic akan meningkat, kemudian mereka mendapatkan banyak uang. Tetapi tidak seperti iklan pay per click, membangun blog memerlukan waktu dan usaha yang tidak instan.
Lebih dari sekadar menulis, kamu harus membuat artikel yang memiliki kata kunci yang relevan dan persuasif. Jangan lupa membuat judul yang menarik juga. Kamu juga bisa merencanakan dan menulis konten untuk di-upload dalam 2-3 bulan sekaligus untuk menguji seberapa banyak dampak yang kamu dapat.
7. Hanya Fokus pada Kuantitas Bukan pada Kualitas
Banyak blogger hanya fokus pada kuantitas ketimbang kualitas dan ini merupakan sebuah kesalahan. Jika blog kamu berisi seputar berita terkini dan kamu yakin sanggup membuat konten ringan dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang berdekatan, mungkin itu tidak masalah. Namun, akan jadi masalah jika kamu mengunggah blog dalam jumlah yang banyak demi memiliki blog yang selalu terlihat up-to-date.
Gimana nggak, perlu waktu yang tidak singkat untuk melakukan riset, membuat struktur artikel, menulis, menambahkan gambar sampai melakukan review terhadap artikel sendiri. Belum lagi kalau kamu sedang memerlukan waktu untuk beristirahat dan berpikir sejenak. Terlebih, terlalu banyak artikel yang kualitasnya di bawah standar akan meningkatkan bounce rate yang tidak bagus untuk website-mu.
8. Tulisan yang Gak Menarik
Tujuan blogger sama juga dengan penulis yang lain, yaitu untuk mendapatkan dan mempertahankan pembaca. Tapi, ada satu cara yang akan membuat calon pembaca dan pembaca setia meninggalkan blog, yaitu tulisan yang gak menarik. Kesalahan ini tidak cuma membuat artikel susah dan gak enak dibaca, tetapi juga mengaburkan pesan yang mau disampaikan sampai akhirnya pembaca meninggalkan blog.
Tulisan yang menarik tidak hanya cuma dari judul yang memancing rasa penasaran, tetapi juga dari struktur yang rapi dan lengkap dengan penggunaan tanda baca dan Ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan juga tata bahasa yang mudah dimengerti.
kalau kamu masih bermasalah dengan typo atau saltik, mungkin saja kamu bisa memakai spell check atau Google Docs. Namun yang penting, sisakan waktu untuk meriset ide, fakta, dan konsep yang masih kamu ragukan, dan jangan sampai lupa untuk membaca ulang tulisanmu sebelum diupload ke blog.
9. Judulnya Gak Menarik
Selain gambar, judul atau headline yang gak menarik juga bisa mempengaruhi traffic sebuah blog. Gimana nggak, mau gak mau para pembaca juga akan menilai sebuah judul untuk menentukan apakah mereka bakal mengklik sebuah artikel atau tidak. Tetapi seringkali blogger pemula gak menggunakan judul yang merangkum isi artikel.
Saat membuat sebuah judul, pastikan dulu jumlah karakternya jangan lebih dari 65 karakter huruf dan spasi supaya tidak terpotong. Dan juga, buat judul yang komunikatif dan mengarahkan ke target yang spesifik sehingga calon pembaca merasakan artkel tersebut ditujukan untuk dirinya. Tapi, jangan sampai lupa untuk tetap memprioritaskan penggunaan kata kunci.
Kalau bisa, buat judul yang pendek, tetapi tetap deskriptif. Biasanya, judul sangat jarang memakai imbuhan dan lebih bagus tetaplah buatlah judul yang tidak berlebihan dan sesuai dengan isi artikel. Kalau judul tersebut bisa ditulis dalam tujuh kata, kamu tidak perlu memakai sampai 10 kata, karena Google pun sudah membatasi judul sampai maksimal 70 karakter saja.
10. Hasil Suntingan yang Jelek
Struktur bahasanya yang berantakan, kalimat yang tidak efektif, banyak typo, dan lain-lainnya adalah beberapa hasil suntingan yang buruk yang harusnya tak boleh kamu tiru. Setelah menulis sebuah artikel, mungkin saja kamu bisa meninggalkan tulisan tersebut untuk sementara sambil mencari gambar yang pas untuk artikel atau menyelesaikan artikel selanjutnya. Jika sudah, baca kembali tulisan kamu lalu lakukan penyuntingan.
Ini dilakukan supaya kamu gak cuma fokus pada penggunaan tanda baca dan memerhatikan typo, tetapi juga supaya kamu bisa memposisikan diri sebagai pembaca yang membaca artikel kamu. Kalau ada kalimat-kalimat yang gak masuk logika atau susah dipahami, segera perbaiki.









